Jumat, 06 Februari 2015

Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan siswa sekolah atau universitas, di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.
Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri.
  
  • Contoh
    Berikut beberapa contoh ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia:
  • Olahraga
    • Bola Basket
    • Bola Voli
    • Futsal
    • Sepak Bola
    • Bulu tangkis
    • Renang
  • Beladiri
    • Judo
    • Karate
    • Pencak silat
    • Pecinta Alam
    • Takraw
    • Tarung derajat
    • Taekwondo
  • Keagamaan (Pendalaman agama)
    • Kerohanian Islam
    • Kerohanian Kristen
  • Kesenian/Apresiasi/Musik
    • Drum band
    • Jurnalis
    • Pemandu sorak
    • Paduan suara
    • Tari
      • Tari modern
      • Tari tradisonal
    • Teater
    • Vokal grup
  • Keilmuan
    • Kelompok Ilmiah Remaja
      • Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Alam
      • Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Komunitas
  • Information and Communications Technology Club
    • English Study Club
    • English Debate Club
    • Japanese Club
  • Baris-berbaris
    • Pasukan Pengibar Bendera
    • Praja muda karana (pramuka)
  • Medis
    • Palang Merah Remaja
  • Pentingnya Ekstrakulikuler

Seorang peserta didik akan menjadi orang pintar kelak melalui kegiatan intrakurikuler dan akan menjadi orang besar.

Oleh karena itu. kegiatan pendidikan yang diatur melalui kurikulum (kegiatan kurikuler) dibedakan atas kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan intrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya sudah diatur dalam kurikulum. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler adalah program kurikuler yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum.
Kegiatan intrakurikuler dituangkan dalam bentuk sejumlah mata pelajaran, sedangkan ekstrakurikuler dituangkan dalam bentuk sejumlah kegiatan di luar jam pelajaran.
Sebagaimana diketahui, tujuan tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik (Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional), kalau potensi peserta didik disebut sebagai kecerdasan, maka mengembangkan potensi itu berarti mengembangkan kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial.
Kecerdasan intelektual akan banyak terfasiltasi pengembangannya melalui kegiatan intrakrikurikuler. Sedangkan kecerdasan sosial akan banyak terfasilitasi melalui kegiatan ekstrakurikuler. Sementara kecerdasan spiritual akan terfasilitasi melalui kegiatan intra dan ekstrakurikuler.
Kurikulum 2913 memberi ruang yang seimbang antara kegiatan intrakrikuler dengan ekstrakurikuler. Hal ini telihat dengan adanya pengaturan khusus tentang kegiatan ekstrakurikuler sebagaimana tertuan dalam Permendikbud Momor 81A tentang implementasi kurikulum 2013, lampiran iii.
Sebagaiman disebutkan pada bagian pendahuluan Permendikbud tersebut bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan dan kreativitas.
Melalui partisipasinya dalam ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.
Oleh karena itu, semua intitusi pendidikan, mulai dari Dinas Pendidikan dan sekolah harus menyusun program dan rencana kegiatan kegiatan ekstrakurikuler untuk jenjang yang menjadi tanggung jawab dan kewenangannya dan dituangkan dalam kalender pendidikan.
Secara operasional kegiatan ekstrakurikuler didefinisikan sebagai kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan kurikulum.
Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.
Dalam kurikulum 2013 dikenal dua jenis kegiatan ekstrakurikuler, yaitu kegiatan ekstrakuler wajib dan ektrakurikuler pilihan. Ekstra kurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
Sedangkan ekstrakurikuler pilihan merupakan program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib dari sekolah dasar (SD/MI) hingga sekolah menengah atas (SMA/SMK), dalam pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Kegiatan selain kepramukaan, seperti OSIS, UKS, dan PMR dikategorikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler pilihan. Begitu juga kegiatan ekstrakurikuer lain yang dikembangakan sejalan dengan mata pelajaran, seperti klub olah raga, kesenian dan bahasa, penelitian ilmiah, latihan kepemimpinan, kegiatan keagamaan, kegiatan pencinta alam dan lain-lain.
Sekolah sebagai satuan pendidikan harus mampu mengorganisir kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasannya. Semua itu harus dituangkan sekolah dalam sebuah buku panduan kegiatan ekstra kurikuler yang telah dibahas bersama oleh guru, orang tua siswa dan pihak terkat lainnya.
Pembahasan bersama dengan orang tua (komite sekolah) dan pihak terkait sangat penting dilakukan karena akan berkaitan dengan berbagai hal, seperti pembiayaan dan resiko lainnya. Hasil pembahasan itu dituangkan dalam bentuk persetujuan dari pihak komite sekolah dan Dinas Pendidikan.
Pada tahap perencanaan, sekolah harus mampu menyiapkan tenaga pembimbing untuk kepramukaan, dan manginventarisasi tenaga pembimbing untuk ekstrakurikuler pilhan. Di antara banyak alternatif kegiatan ekstrakurikuler pilihan, tentu tidak semuanya bisa dilaksanakan oleh sekolah. Semua itu tergantung kepada kondisi dan potensi yang dimiliki sekolah.
Bayang-bayang harus sepanjang badan. Dalam pelaksanannya, kegiatan ekstrakurikuler harus mampu mencapai tujuan meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik serta mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.
Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler harus memerankan fungsi-fungsi memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir. Fungsi pengembangan, maksudnya, kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
Sementara fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial. Sedangkan, fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik.
Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehi dupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik. Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.
Sebagai sebuah kegiatan kurikuler yang terprogram, kegiatan ekstrakurikuler harus diakhiri dengan penilaian. Artinya, setiap kegiatan ekstrakurikler harus memiliki standar penilaian yang terukur dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam Kurikulum 2013, setiap peserta didik wajib memperoleh nilai memuaskan pada kegiatan kepramukaan (ekstrakurikuler wajib). Dalam Permendikbud ditegaskan sebagai berikut. “Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.”
Kegiatan ekstrakurikuler menempati posisi penting dalam Kurikulum 2013. Yang menjadi persoalan apakah sekolah, komite sekolah, Dinas Pendidikan dan pihak terkait seperti kepramukaan (Kwarda, kwarcab dan kwarran) sudah memahami hal yang demikian? Selama ini sosialisasi Kurikulum 2013 masih terfokus kepada kegiatan intrakurikuler. Barangkali sudah saatnya dilakukan sosialisasi untuk kegiatan ekstrakurikuler. 
  •  Hubungan Antara Ekstrakulikuler dengan Prestasi Belajar
Sekolah merupakan lembaga pendidikan, yang menampung peserta didik dan dibina agar mereka memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan secara berkoordinasi dan terarah. Dengan Demikian siswa diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tercapainya tujuan pendidikan.
Dalam pembinaan siswa di sekolah, banyak wadah atau program yang dijalankan demi menunjang proses pendidikan yang kemudian atas prakarsa sendiri dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan ke arah pengetahuan yang lebih maju.
Salah satu wadah pembinaan siswa di sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya.
Kegiatan-kegiatan siswa di sekolah khususnya kegiatan ko/ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang terkoordinasi terarah dan terpadu dengan kegiatan lain di sekolah, guna menunjang pencapaian tujuan kurikulum.[1]
Yang dimaksud dengan kegiatan terkoordinasi di sini adalah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan program yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya kegiatan ekstrakurikuler dibimbing oleh guru, sehingga waktu pelaksanaan berjalan dengan baik.
Dengan Demikian, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah ikut andil dalam menciptakan tingkat kecerdasan yang tinggi. Kegiatan ini bukan termasuk materi pelajaran yang terpisah dari materi pelajaran lainnya, bahwa dapat dilaksanakan di sela-sela penyampaian materi pelajaran, mengingat kegiatan tersebut merupakan Bagian penting dari kurikulum sekolah.[2]
Kegiatan ini menjadi salah satu unsure penting dalam membangun kepribadian murid. Seperti yang tersebut dalam tujuan pelaksanaan ekstrakurikuler di sekolah menurut Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (1987) sebagai berikut:
  1. Kegiatan ekstrakurikuler harus meningkatkan kemampuan siswa beraspek kognitif, afektif dan psikomotor.
  2. Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif.
  3. Dapat mengetahui, mengenal serta membedakan antara hubungan satu pelajaran dengan pelajaran lainnya.[3]
Dari tujuan ekstrakurikuler di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrakurikuler erat hubungannya dengan prestasi belajar siswa. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di ruang kelas dan biasanya yang membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler adalah guru bidang studi yang bersangkutan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler juga siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki. Salah satu ciri kegiatan ekstrakurikuler adalah keanekaragamannya, hamper semua minat remaja dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti pelajaran ekstrakurikuler dan berdampak pada hasil belajar di ruang kelas yaitu pada mata pelajaran tertentu yang ada hubungannya dengan ekstrakurikuler yaitu mendapat nilai baik pada pelajaran tersebut. Biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil dalam berorganisasi, mengelola, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekskul yang digeluti.
Berdasarkan keterangan di atas penulis tertarik untuk meneliti “Hubungan Antara Ekstrakurikuler dengan Prestasi Belajar Siswa Pada SMA”
  •   Definisi atau Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler

     sebenarnya sangat sederhana. Yakni kegiatan diluar materi pelajaran wajib sekolah. Namun, akankah dalam memahaminya hanya memerlukan definisi sederhana itu, bagi yang akan membuat makalah, skripsi, ataupun tugas-tugas sekolah yang lain, tentu tidak mau, maunya lebih panjang dan lebih banyak kata-kata. Memang aneh dunia pendidikan ini, sudah paham dengan kata-kata sederhana, malah minta yang lebih panjang dan bahkan malah kabur, bahasa jawanya malah mbulet. Tapi tidak apa-apalah, namanya juga usaha untuk membuat hasil tugas lebih tebal. Kalau itu maunya, silahkan simak prawacana berikut, sampai pada definisi Kegiatan Ekstrakulikuler. (brief)
    Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan manusia untuk mengembangkan potensi manusia lain atau memindahkan nilai dan norma yang dimilikinya kepada orang lain dan masyarakat. Proses pemindahan nilai dan norma itu dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah pertama, melalui pengajaran; kedua, melalui pelatihan; ketiga, melalui indroktrinasi.[1]
    Kalau dilihat pendapat di atas, maka belajar adalah suatu proses memanusiakan manusia, dimana hanya melalui belajar manusia dapat menemukan dirinya dalam relasinya dengan sesama, lingkungan dan penciptanya. Melalui belajar manusia mengaktualisasikan dirinya dengan lingkungannya sedemikian rupa sehingga kualitas hidup dan kehidupannya menjadi makin baik.
    Dari pernyataan di atas, menunjukkan bahwa untuk memanusiakan manusia diperlukan adanya pendidikan. Pendidikan pada hakekatnya bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat. Mengenai pendidikan di sekolah, maka proses pendidikannya tertuang dalam satuan pendidikan yang lebih dikenal dengan sebutan kurikulum.
    Selanjutnya, kegiatan pendidikan yang didasarkan pada penjatahan waktu bagi masing-masing mata pelajaran sebagaimana tercantum dalam kurikulum sekolah lebih kita kenal dengan sebutan kurikuler. Sedangkan kegiatan yang di selenggarakan di luar jam pelajaran tatap muka, dilaksanakan di sekolah atau diluar sekolah agar lebih memperkaya dan memperluas wawaan pengetahuan dan kemampuan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dalam kurikulum. Disebut Kegiatan Ekstrakurikuler.[2]
    Jadi, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh guru dan siswa diluar jam sekolah yang telah di tentukan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Kegiatan ini juga di maksudkan untuk lebih mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dalam program kurikuler dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan. Kegiatan ini di samping di laksanakan di sekolah, dapat juga dilaksanakan diluar sekolah guna memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan atau kemampuan, meningkatkan nilai sikap dalam rangka penerapan pengetahuan dan ketrampilan yang telah dipelajari dari berbagai mata pelajaran dan kurikulum sekolah.

    1. 1. Pengertian
    Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di kurikulum dan umumnya pihak sekolah menyediakan waktu satu hari untuk pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan ekstrakurikuler sangat berguna untuk pengembangan hobi, minat dan bakat siswa pada hal tertentu. Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan ini merupakan suatu bentuk perhatian sekolah pada siswanya agar melakukan kegiatan yang lebih positif.
    Para siswa SMA adalah anak yang sedang dalam masa perailihan dari pribadi seorang anak menuju pribadi yang lebih dewasa, mereka cenderung menjauh dari orang tua dan lebih percaya pada teman, mempunyai energi yang besar sehingga mereka tampak lebih emosional. Kecenderungan lain adalah mereka berkelompok dengan teman yang memiliki kesukaan yang sama.
    Dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler pada setiap sekolah di harapkan dapat menjadi wadah untuk penyaluran energi para siswa dan jenis kegiatanpun sangat beragam baik itu seputar olah raga, kesenian, keterampilan ataupun pengetahuan.
    1. 2. Maksud dan Tujuan
    Berkaitan dengan hal tersebut di atas kami dari pengurus Ekstrakurikuler Karate “………….” bermaksud untuk menetapkan sasaran serta langkah-langkah dalam mewujudkan kegiatan bidang olah raga bela diri karate sebagai wadah penyaluran bakat, hobi dan keterampilan dalam bidang olah raga bela diri karate serta melatih mentalitas serta kedisiplinan diri.
    Tujuan dari rencana program kerja kegiatan ini adalah sebagai acuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dalam bidang olah raga bela diri karate.
    BAB II
    NAMA, TARGET DAN JADWAL KEGIATAN
    2. 1. Nama Kegiatan
    Nama kegiatan yang telah berjalan adalah Ranting ”........”.
    2. 2. Target Kegiatan
    Target dari kegiatan ini adalah Siswa/siswi “…….” atau pelajar lainnya dan umum.
    2.3. Jadwal Kegiatan
    Kegiatan latihan yang telah berjalan adalah dua kali dalam satu minggu yaitu pada hari Selasa dan Sabtu jam 15.30 WIB berlokasi di “………”

    BAB III
    RENCANA PROGRAM KERJA
    3. 1. Rencana Program kerja Jangka Pendek dan Menengah
    Setelah berjalan sekian lama ekstrakurikuler karate ”........” hingga saat ini masih tetap berjalan, ini berkat adanya kerja sama antara sekolah, guru, pengurus ekstarkurikuler karate dan pelatih karate serta pihak-pihak terkait yang mendukung kegiatan ekstarkurikuler karate.
    Adapun rencana kegiatan jangka pendek dan menengah ini meliputi:
    1. Memperkenalkan dan mempertunjukkan ekstrakurikuler karate ”........” kepada siswa/siswi ”........”.
    2. Mengajak dan merekrut siswa/siswi ”.........” untuk ikut serta dalam kegiatan ekstrakurikuler bela diri karate.
    3. Mampu menunjukkan sebagai ekstrakurikuler bela diri yang di minati oleh siswa/siswi ”.......”.
    4. Sebagai wadah penyalur minat, bakat dan hobi bagi siswa/siswi ”........”
    5. Melakukan latihan rutin sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan.
    6. Selain itu sebagai salah satu cabang olah raga prestasi di harapkan dapat memunculkan bibit-bibit Atlit baru dalam bidang olah raga bela diri karate.

    3.2. Rencana Program Kerja Jangka Panjang
    Dalam program jangka panjang ini di rencanakan akan melanjutkan program-program yang belum terlaksana pada periode sebelumnya dan yang akan di laksanakan pada periode saat ini, hal itu di susun dalam bentuk program sebagai berikut:
    1. Melanjutkan program yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.
    2. Melanjutkan program-program yang berkesinambungan, di antaranya :
      a. Melaksanakan kegiatan gashuku atau latihan gabungan yang di laksanakan per tiga bulan (triwulan) atau per 6 bulan (semester) dengan jadwal dan waktu yang akan di tentukan kemudian.
      b. Melaksanakan kegiatan ujian kenaikan tingkat yang di laksanakan setiap akhir semester.
      c. Melaksanakan kegiatan demontrasi karate guna memperkenalkan kegiatan ektrakurikuler karate kepada para siswa/siswi baru.
    3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan tambahan yang berguna untuk memperkokoh tali persaudaraan dan silatuhrahmi antara anggota karate atau dari anggota kegiatan ekstrakurikuler lain dan juga kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan pengembangan diri.
    4. Bekerja sama dengan ranting-ranting karate lain dalam rangka studi banding untuk melihat sejauh mana perkembangan para siswa selama menjalani masa latihan.
    5. Mengikuti pertandingan-pertandingan antar perguruan, antar pelajar atau yang di selenggarakan oleh FORKI (Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia) dan juga yang di selenggarakan oleh badan-badan atau instansi-instansi terkait.
    Adapun anggaran dana yang akan di ajukan untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan program kerja tersebut terlampir pada halaman berikutnya.
    BAB IV
    PENUTUP
    Demikianlah gambaran rencana program kerja ini kami susun dengan harapan akan menjadi acuan dalam melaksanakan langkah-langkah kegiatan ekstrakurikuler karate, sehingga perkembangan kegiatan ini akan lebih jelas dan terarah dalam pencapaian tujuan Dengan di sertai bantuan oleh pihak-pihak yang terkait, baik secara langsung maupun tidak langsung semoga rencana kegiatan ini akan dapat terlaksana dengan baik dan tentu saja hasil akhirnya akan mencapai tujuan yang telah di tentukan serta dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
    - See more at: http://indriya-angga.blogspot.com/2013/10/contoh-rencana-program-kerja-ekstrakurikuler.html#sthash.IwOirIbH.dpuf
    RENCANA PROGRAM KERJA EKSTRAKURIKULER

    Contoh Rencana Program Kerja Ekstrakurikuler
    Contoh Rencana Program Kerja Ekstrakurikuler
    Contoh Rencana Program Kerja Ekstrakurikuler
    Contoh Rencana Program Kerja Ekstrakurikuler

Tidak ada komentar:

Posting Komentar